Sabtu, 10 Januari 2015

Apel pertama Si Juki

Hari itu si Juki sangat bahagia, karena hari itu dia akan bertemu dengan cewe yang dia idam idamkan selama ini, si Juki bingung milih pakaian yang akan dia kenakan akhirnya dia bertanya kepada sahabatnya. Roni

"Ron enaknya gue make baju apaan nih buat ketemu sama Raisa?" Tanya Juki sambil ngaduk semen

"Pakai baju warna item aja Juk" Jawab Roni sambil benerin genting

"Yang bener aja Ron, kulit gue item masa pake baju item? Tar Raisa ga bisa liat gue" Protes Juki yang mulai memainkan pacul layaknya pemain golf

"Gimana kalo pake baju putih aja Juk? Kan Raisa jadi bisa liat elu" Saran Roni yang saat itu dia lagi akrobat diatas atap

"Ahh ngaco lu Ron, yang ada dia malah ngira gue pocong" Juki mulai kesal

"Yaudah Juk gue ada baju tuh dirumah, cocok deh buat lu" Roni yang mulai melempar genting ke arah Juki

Akhirnya kerjaan mereka pun kelar juga, dan Roni mengajak Juki kerumahnya untuk mengambil baju yang bakal dipinjem. Setelah sampe dirumah Roni, Juki pun terlihat kecewa dengan baju Roni dia kira baju yang akan dipinjam si Juki terlihat seperti baju baju milik Tom Cruise, tapi ternyata si Juki salah! Baju yang dipinjamkan oleh Roni ternyata baju satpam milik bokapnya Roni. Juki pun berlari menuju taman dan menangis layaknya bawang putih yang disiksa oleh bawang merah, sebagai seorang cowo maskulin Roni menghampiri si Juki yang sedang menangis terseduh seduh sambil menyeduh Teh Sari Wangi *Sorry merek di sensor* Roni mengusap air mata juki dengan kain pel yang ia pinjam dari tetangganya, Juki pun terharu melihat tingkah Roni yang seperti mantan kekasihnya yang romantis itu, namun bedanya mantannya dulu menggunakan keset welcome.

Setelah kejadian di taman tadi Juki pun optimis menggunakan baju milik dia sendiri, dia mengutuskan untuk memakai baju warna biru dan celana warna hitam, matahari pun mulai bersembunyi karena takut kena palak bulan. Si Juki terus melihat jam tangan warna pink yang dikasih oleh ayah Roni, Juki percaya kalo jam 7 nanti ga bakal terjadi kiamat kubro

Juki pun tertidur di ruang tamu, setelah tetesan air liur ke 279 Juki pun terbangun, dan baru sadar kalo tetangganya menaruh kaleng di bawah tepat ia tidur. Juki pun kaget melihat tetangganya berada di dalam rumah dia dengan membawa kaleng

"Loh kalian kok pada disini, ada apa?" Tanya si Juki sambil mengusap air liur yang mulai menggumpal

"Kami lagi antri Juk" Teriak tetangga Juki sambil sibuk berebut menaruh beberapa curigen di bawah mulutnya

"Ngantri apaan?" Juki mulai penasaran dengan tingkah tetangganya

"Ngantri ngambil air liur lu buat pupuk taneman kite kite" Ujar tetangga si Juki

Juki pun tersadar ketia dia melihat jam tangan pink yang dia kenakan di kakinya menunjukkan pukul 17.00 dan dia segera mandi tetapi kali ini ada halangan yang menghadangnya, yaitu kamar mandinya pintunya ilang kebawa nenek nenek yang lupa bawa baju ganti. Tapi Juki tak kenal nyerah soalnya ga ada juga yang namanya "nyerah" dia pun mencari daun pisang untuk menutupi pintu kamar mandinya.

Setelah 15 menit terhabiskan untuk mandi, Juki mulai lupa dengan baju apa yang bakal dia pake malam nanti, setelah amnesia 30 menit ingatan Juki pun kembali lagi. Dia akan mengenakan baju pemberian dari sang nyokap tercinta, tersayang, termulia dan terserah dah mau apa aja 10 menit kemudian Juki keluar dari kamarnya dengan style layaknya Vin Diesel tetapi dengan tampang standart kurang dikit. Dia pun mengeluarkan motor kesayangan yang didapatkan dari kerja keras dia, mengecat es batu.

Dengan percaya diri Juki pun mulai mengendarai motornya dan memkirikan apa yang akan terjadi disana, bapak Raisa pun sempat terlintas di pikiran Juki, akhirnya dia ingat kata si Roni

"Kalo lu ke rumah Raisa ga bawa apa apa, siap siap aja Juk jadi makanan T-Rex"

Juki pun sempet mampir ke toko bangunan yang mau tutup, dengan pede-nya dia memesan martabak spesial. Alhasil Juki pun di tertawakan oleh penjual siomay di sebrang pulau, Juki pergi dengan menahan rasa malu, setelah keliling antariksa Juki pun menemukan penjual martabak spesial. Akhirnya dia berhasil lolos dari ancaman T-Rex milik bokapnya Raisa, pada pukul 19.00 Juki nyampe di depan Raisa. Untung saja Juki tidak pernah lupa membawa burung gagak kesayangannya, dia kirim selembar kertas pada burung gagak tersebut, ternyata burung gagak tersebut malah cari nasi goreng. Fail!! Juki pun tak keabisan ide dia mulai mengambil galah milik tetangga Raisa untuk dijadikan lompat galah, dan Juki pun mendarat di sarang brontosaurus. Fail!! Kali ini dia akan mencoba mengalihkan perhatian T-Rex dengan cara memberinya sepotong martabak, tetapi T-Rex tersebut meminta sepotong pizza. Fail again!! Juki akhirnya pasrah, dia keabisan ide untuk memanggil Raisa yang berada di dalam. Lalu datang tukang pos yang akan mengatarkan surat, pak pos pun memencet bel yang tersedia di tembok dekat pagar rumah Raisa. Raisa pun keluar untuk mengambil surat tersebut, akhirnya Raisa melihat si Juki yang terpuruk di bawah pohon beringin. Raisa pun mengajak si Juki masuk ke dalam rumahnya. Tetapi bokap Raisa berada di samping pintu dan berkata

"Utusan siapa kau datang kesini? Ada perlu apa?" Tanya bokap Raisa sambil memainkan kumis yang lebat

"E-eh saya Juki pak, saya mau berbicara dengan Raisa" Juki menjawab dengan celana mulai basah

"Lalu apa itu yang ada di tangan kamu? Itu bomb nuklir kan?" Bokap Raisa mulai penasaran dengan kantong yang dibawa Juki

"Bu-bukan pak, ini ada sedikit kue buat bapak" Juki memberikan martabak spesial itu kepada bapaknya

Bokap Raisa pun masuk kedalam rumah sambil membuka kantong tersebut, Juki pun lemas karena telah melewati orang terkejam di dunia setelah Adolf Hitler, sesampai di ruang tamu Juki hanya senyum senyum melihat muka Raisa yang mulai memerah. Si Juki pun membuka obrolan dengan menanyakan tentang film beranak dalam berak, namun Raisa tetap malu malu kucing. Kucing garong! Setelah berbincang bincang tentang film akhirnya Raisa pun memberanikan diri menanyakan keadaan Juki disekolah. Mereka mengobrol hingga jarum jam menunjukkan 21.45, Juki segera pamit ke Raisa karena Juki gamau jadi byson ketika di rumah Raisa. Yap! Juki adalah seorang siluman setengah byson, dia pamit dengan perasaan senang bercampur khawatir dan lega. Senangnya, Juki dapat mengobrol panjang lebar dengan Raisa. Khawatirnya Juki tidak mau jadi byson ketika di jalan raya. Dan leganya, Juki tidak jadi makan malam T-Rex bokapnya Raisa

Sekian cerita tentang pengalaman pertama si Juki, ada pesan moral yang dapat kita ambil dari cerita di atas
1. Jika sahabat lo mulai kecewa dengan lo, tiru si Roni. Dia meminta maaf dan membantu mengusap air mata si Juki walaupun ga seromantis mantannya si Juki
2. Kalo lo tipe pemolor kek si Juki, jangan sampe lo tidur di ruang tamu. Tetangga lo bakal ngantri buat ngambil air liur lo buat siram siram taneman, apalagi kalo air liur lo kek pupuk urea
3. Jangan lupa bawa martabak kalo lo lagi ngapel, kalo gak lo bakal jadi makanan T-Rex
4. Contohlah perjuangan si Juki dan tetap berpikir "Kalo hari ini lo gagal, optimis lo bakal gagal lagi besok"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar